Irgi: Anak indigo dari Banyuwangi

Minggu, 09 Maret 2014



Irgi: Anak indigo dari Banyuwangi



           Hari kamis kemarin 07-03-2014 ada orang datang berkonsultasi mengenai anaknya yang nakal luar biasa, bapaknya merasa kewalahan dalam mendidiknya, akan tetapi anaknya mempunyai beberapa kelebihan. Akhirnya penulispun mintak waktu suatu saat akan datang ke rumah orang tersebut untuk menemui anaknya, apakah faktor gangguan dari jin atau ada faktor X.
          Hari minggunya penulis diantar oleh teman kerumahnya, jaraknya kurang lebih dua kilo meter, tetangga desa, tepatnya di desa Kedung rejo, Kec. Muncar Banyuwangi. Setelah sampai di rumahnya, kamipun dipersilahkan masuk, lalu anaknya dipangil, setelah masuk kamipun berkenalan dengan bocah ajaib tersebut, setelah salaman, dia malah terus gendong dan lengket dengan penulis. Setelah saya teliti dan cermati tidak ada unsur jin yang menempel, justru aura anak tersebut sangat besar, khususnya di daerah otak depan, kening (cakra ajna) dan otak belakangnya.
      Penulispun bertanya: “kamu minta enerji doa..? “ya” jawabnya. “Kalau saya beri enerji fateha bagaimana, dia menjawab: “ya” sambil menganggukkan kepala. “Namanya siapa..?” “Irgi” jawabnya. “Ayo kita duduk dikasur, nanti om akan memberikan enerji untuk kamu”.
        Kepala anak tersebut saya sentuh sambil membaca al-Fateha, anaknya merasa kesenangan bahkan merangkul tambah erat, sambil mempermainkan janggut penulis. Berikutnya penulis membacakan ayat 33 surat an-Nur, ketika baru separuh membaca ayat tersebut, tangannya menutup mulut penulis, akhirnya saya lirihkan bacaan ayat, dia diam mendengarkan. Setelah selesai penulis bertanya: “Kanapa tadi memberontak menutup mulutku? Dia jawab: “Tidak kuat”. “Enerinya apa besar?” “ya” jawabnya.
         Pernah suatu ketika Irgi dibawa ke orang pintar untuk diobati agar menjadi anak seperti umumnya. Setelah sampai di rumah orang pintar, dukunya mengatakan bahwa Irgi ada yang menempeli yaitu makhluk halus, ketika dimantrai, maka orang pintar tersebut mulutnya ditempeleng dua kali.
         Menurut orang tuanya, Irgi apabila ketemu dengan orang yang suka olah spritual (lelaku/riyadhoh) maka dia akan mendekati orang tersebut sambil memegangi, merangkul, gendong atau selalu berada di sekitarnya terus (glibet).
       Setelah saya teliti Irgi memang benar anak Indigo, bukan karena ada jin yang menganggunya, kebanyakan anak yang nakal luar biasa sebagian didampingi oleh Jin. Rumah yang ditempatinya secara mata batin juga bersih tidak ada jin yang bersemayam di rumah tersebut.
Keanehan Irgi
         Menurut cerita dari bapaknya, Irgi lahir tepat pada tanggal 1 Sura (Muharram) Tahun 2005, dalam masayarakat jawa satu suro adalah bulan olah spritual, hampir kebanyakan orang melakukan tirakatan, baik dalam bentuk melek, puasa atau berdzikir. Sedangkan dalam Islam satu Suro adalah tahun baru Islam, yaitu hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah. Ketika proses kelahirannya mudah sekali tanpa ada hambatan, sehingga ibunya tidak mengalami hambatan yang berarti. Gejala aneh muncul ditandai sulit tidur malam, tidak seperti anak kecil lainnya. Ketika usianya menginjak pertumbuhan sikap nakalnya mulai parah, sehingga seluruh isi rumah diacak-acak. Setiap tembok rumah ditulisi, ketika penulis melihat tembok rumahnya penuh dengan tulisan Irgi.
          Kadang tengah malam Irgi ketika bermain dia ngobrol sambil menoleh kekanan dan kekiri, padahal dalam ruangan itu dia sendirian, ketika ayahnya bertanya, “Kamu ngobrol dengan siapa? Dia menjawab: “Aku ngobrol dengan temanku, ini ada dua”. Bapaknya pun melihat ke kanan –ke kiri tidak ada siapa-siapa langsung nglonyor masuk kamar ketakutan.
           Bulan desember 2013 neneknya menderita sakit, maka bapaknya bertanya kepada Irgi, “Menurut Irgi Kapan nenek sembuh?”, dia menjawab: “Tahun 2014 nenek bakalan sembuh sehat”. Setalah menginjak tahun baru, dapat beberapa hari ternyata neneknya meninggal dunia.
         Keunikan Irgi lainnya, yaitu dia suka menulis angka-angka, kadang seperti rumus, kadang nulis tanggalan dan jam waktu. Ketika penulis melihat langsung dalam ruangan rumahnya, semua penuh dengan tulisan tangan, kebanyakan angka-angka. Ketika penulis tanya: “Ini angka angka-angka apa?” diapun jawab sekenanya. Dia memang jago matematika, umur 8 tahun sebetulnya kelas dua, tapi oleh gurunya dinaikan ke kelas tiga.
           Teman penulis penasaran, akhirnya mengetes kemampuan Irgi dalam hal angka. Dalam Hp ada sistem kalender, teman saya membuka kalender atahun 1900, masuk ke bulan Maret, diperlihatkan tanggalan bulan Maret pada Irgi, kemudian HP diambil lagi. Lalu teman saya bertanya, “Dalam bulan maret, pada hari sabtu tanggalnya berapa aja”. Dengan tangkas dia menjawab dengan benar. Karena penasaran dites lagi, diapun mahir dalam menjawab.
         Orang tuanya bercerita, Irgi sangat tepat waktu, pernah suatu ketika ketika waktu belajar malam, ibunya memberi makan, dia langsung marah dan melempar makanannya, karena ini jam belajar bukan jam makan. Dalam rumahnya tidak ada tanggalan kalender dan jam, karena bakal dicorat-coret dan diotak atik. Seakan-akan dia menunjukkan ada sesuatu kejadian, entah itu masa lampau atau akan datang.
          Keunikan lagi yang dimiliki oleh Irgi adalah mata ghoibnya aktif, sehingga dia bisa melihat dimensi ghoib, maka tidak mengherankan jika bapakanya sering melihat anaknya lagi bermain dan ngobrol dengan makhluk halus. Penulispun mengetes kemampuan mata ghoibnya. Cakra telapak tangan saya buka, lalu penulis memancarkan enerji dari tangan untuk menyembur keluar. “Irgi lihat tanganku ada apa?”dia langsung lari, kedua matanya silau dan sembunyi di bawah kasur. “Kenapa Irgi”, dia menjawab: “Tangannya ada tulisan lafal Allah, warna cahayanya biru merah dan menyilaukan”. Penulispun mengajak tos dengan tangan, dia menolaknya, akan tetapi ketika temanku mengajak tos dia langsung serta merta mengajukan tangan.
           Kelebihan lainnya lagi dia bisa menembus pikiran orang lain, pernah suatu ketika ayahnya berfikir, jika anakku mau membantu mencarikan rumput untuk kambing alangkah senangnya hati ini. Besok hari setelah sekolah Irgi langsung keluar rumah, pulangnya membawa rumput, ketika ayahnya melihat dia hanya tertawa menggoda.
         Di samping itu dia juga bisa mengobati penyakit, suatu saat pamannya mengalami sakit punggung parah, ketika menemui Irgi pamannya bercerita tentang sakitnya dan mintak tolong, bukannya didengarkan ucapan sang paman, malah acuh sambil bermain. Ketika pamannya sedang asyik berbicara dengan keluarganya, Irgi mendekati sang paman dari belakang tanpa berkata dia langsung menonjok punggung pamannya. Kaget campur sakit, pamannya ketika akan memarahinya, langsung pudar, karena sakit punggungnya benar-benar hilang setelah terkena pukulan Irgi.
           Teman ayah Irgi, mas Niklas menuturkan kepada penulis, pernah dia mengalami pusing sudah lima hari tidak sembuh, akhirnya dia memohon pertolongan agar Irgi mau menyembuhkan, ternyata anaknya cuek tidak menanggapinya. Ketika si sakit sedang asyik ngobrol dengan orang tua Irgi, dia datang mendekati yang sakit lalu menjambak rambutnya, sambil berkata; “Om sakitnya biar hilang”. Saat itu juga pusingnya langsung sembuh .
Reinkarnasi Seorang Profesor
         Melihat hobinya suka menulis angka dan rumus-rumus, serta sering menggambar mobil, penulispun tergelitik untuk bertanya. “Irgi sebelum lahir ini, dalam kehidupan sebelumnya kamu itu siapa?” “Aku seorang Profesor” jawabnya. “di mana kamu berasal”, dia menjawab: “Aku lahir di Surabaya, lalu pindah ke Jakarta, mati dalam usia tua”. Penulispun bertanya kembali: “Dahulu kamu matinya tahun berapa?” dia menjawab: “Tahun 2003, dalam usia tua”.
       Jika hal ini benar maka masuk akal sekali memori masa lalunya terutama ketrampilan dalam hal matematika, rumus dan mekanik masih sangat kuat, karena hanya selisih jarak dua tahun berikutnya dia dilahirkan kembali menjadi seorang Irgi lahir di Banyuwangi.
        Mayoritas, anak indigo masih bisa dengan jelas sekali melihat dan mengenang kembali dalam kehidupan sebelumnya, karena semuanya masih terekam dalam jiwa. Rata-rata mereka hidup di alam Barzakh hanya sebentar, sehingga semua memorinya masih kuat untuk diingat kembali.
Orang tua Irgi punya sepeda motor honda tahun 70-an kondisinya berantakan sehingga tidak bisa dinaiki, ayahnya bercerita semua itu gara-gara anaknya membongkar dan mengotak-atik. Kelebihan lainnya jika ada mobil dia sangat penasaran ingin melihat bagian bawah dan onderdil yang adalam mobil.
Misteri 2020
          Di dalam ruangan rumahnya hampir penuh dengan tulisan angka-angka matematika dan rumus, kadang tulisannya dalam angka romawi, arab. Dia sering menulis angka 99999. Ada satu hal yang membuat penulis penasaran yaitu angka 2020, karena angka tersebut ditulis mencolok menyendiri tidak bercampur dengan angka-angka lain. Penulis pun bertanya , “Angka 2020 itu apa sebuah tahun?” dia menjawab dengan singkat : “Ya”. “Emangnya apa ada kejadian/peristiwa besar di Indonesia?” dia menjawab: “Ya”. Penulispun mengejar lagi: “dimana kejadiannya?, Banyuwangi, Surabya, Jakarta atau Jogya”. Dia menjawab : “Di Jogya”. Penulispun menimpali: “Emangnya kenapa?”, dia menjelaskan: “ Banyak air datang disertai gempa sebelumnya”.
        Ketika penulis masuk ke kamarnya, banyak sekali gambar bukan angka –angka, akan tetapi berbentuk gulungan-gulungan air, juga terdapat gambar truk terbuka berjalan beriringan. Ketika penulis bertanya:” Apakah ini gambar bencana alam nanti yang terjadi?”, diapun diam membisu.
        Jika dikaitkan dengan kondisi Indonesia rawan bencana, memang Jogya termasuk rawan gempa, apalagi letaknya di jalur pantai selatan, yaitu jalur gempa. Jogya pernah porak-poranda dihantam gempa hebat, otomatis lempeng yang patah belum stabil, jika patah lagi maka dampaknya gempa besar akan terjadi. Ya, semoga semua ramalan Irgi tentang bencana 2020 tersebut tidak terjadi. Kita berharap justru sebaliknya yaitu air banyak simbol keberkahan atau kehidupan, serta gempa adalah simbol kebangkitan indonesia untuk sukses akan datang.
        Setelah 3jam bercengkrama dengan Irgi bocah Indigo, sebelum pamitan pulang, penulis berpesan, “ Irgi, ingat dalam kehidupan sekarang ini kamu harus rajin shalat, dzikir dan olah spritual, gunakan ilmumu untuk ummat manusia, jangan lupa tugasmu apa di dunia ini, sehingga nanti kamu bisa memutus tali reinkarnasi, dan tidak dilahirkan dalam bentuk hewan atau manusia menderita”? “Ya” jawabnya menjawabnya sambil menundukkan kepala.
         Sebelum pamitan pulang ayahnya meminta saran bagaimana cara menghadapi dan mendidik anak indigo seperti Irgi ini, penulispun memberi saran, agar mendidik: jadikan dia sebagai teman yang dewasa, karena walaupun umurnya masih kanak-kanak tapi jiwanya sudah dewasa. Jangan diarahkan ke hal-hal mistis, kembangkan kemampuan otaknya yang sangat cerdas, terutama matematikanya. Jangan menganggap Irgi sebagai beban, tetapi anggaplah sebagai anugerah dari Allah. Penulis juga memberi saran kepada orangtuanya agar rajin beribadah dan dzikir/meditasi, karena dia akan menurut dan tunduk dengan orang yang suka beribadah.
           Sebelum penulis pulang, Irgi berkata : “pegangan godong hijau”, awalnya penulis tidak menghiraukan. Ketika sampai di rumah, penulis membaca buku yang berisi wejangan Ki Ageng Selo, tokoh tasawuf jawa. Salah satu wejangannya “Godong Hijau tanpo witwitan”. Godong hijau adalah simbol sejatinya Urip (kehidupan). Kita harus mengetahui sejatinya hidup, dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup di dunia dan akan kemana nanti kita setalah mati. Imam Ali pernah berkata:
Allah akan memberikan rahmat kepada
orang yang mengenal dirinya sendiri
darimana ia berasal, untuk apa hidup di dunia
dan akan kemana setelahnya


Muncar, Banyuwangi, 10-03-2014